Refleksi 10 Tahun Kabupaten Garut! Pemimpin Baru, Langkah Baru atau Lanjutan?

- 9 Juni 2024, 19:37 WIB

GARUT60DETIK - Garut sebuah kabupaten dengan potensi besar, kini menghadapi pertanyaan penting apakah memulai kembali dari NOL atau melanjutkan pembangunan yang telah dirintis? Dalam konteks menjelang Pilkada 2024, Ketua LMS Laskar Indonesia Garut, Dudi Supriadi, memberikan pandangan yang tajam dan rasional mengenai perlunya evaluasi obyektif terhadap kinerja kepala daerah dan wakil kepala daerah selama dua periode terakhir, yaitu RPJMD 2014-2019 dan RPJMD 2019-2024.

Menurut Dudi Supriadi, evaluasi kinerja pemerintah daerah harus dilakukan secara komprehensif dan obyektif. "Masyarakat Garut perlu menilai secara obyektif segala aspek dari kinerja kepala daerah sebelumnya, baik kelebihan maupun kekurangannya. Pembangunan jalan baru, gedung olahraga, stadion, dan pengelolaan keuangan yang mendapat predikat WTP adalah contoh keberhasilan yang patut diapresiasi. Namun, kita juga harus kritis terhadap berbagai isu yang belum terselesaikan," ujar Dudi.

Dudi menyoroti beberapa isu strategis yang perlu mendapat perhatian serius. "Tingginya angka kemiskinan, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih perlu ditingkatkan adalah beberapa isu mendesak. Selain itu, masalah lapangan kerja, reformasi birokrasi, pengelolaan aset, pemanfaatan ruang, alih fungsi lahan, dan kelestarian lingkungan juga harus menjadi fokus utama," jelasnya.

Para calon kepala daerah yang akan maju di Pilkada 2024 harus membawa ide dan gagasan yang inovatif serta komitmen yang kuat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. "Pemimpin masa depan Garut harus bisa memanfaatkan hasil evaluasi ini sebagai dasar untuk merancang kebijakan dan program yang lebih baik. Pembangunan tidak boleh dimulai dari nol lagi, tetapi harus melanjutkan pondasi yang sudah ada dengan perbaikan yang berkelanjutan," tambah Dudi.

Dudi juga menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses evaluasi ini. "Masyarakat Garut harus kritis dan aktif dalam mengevaluasi kinerja pemimpin mereka. Ini bukan hanya tentang memilih pemimpin baru, tetapi juga memastikan bahwa pembangunan berkelanjutan tetap menjadi prioritas utama," tegasnya.

Dudi juga menekankan pentingnya menggali potensi lokal yang ada di Garut. "Garut memiliki banyak potensi yang belum tergarap secara optimal, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga industri kreatif. Pemimpin daerah harus mampu memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat," jelasnya.

Menurut Dudi, penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024-2029 harus dilakukan dengan cermat. "RPJMD ini harus mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat Garut. Setiap program yang dicanangkan harus memiliki indikator kinerja yang jelas dan dapat diukur. Evaluasi berkala juga penting untuk memastikan bahwa program-program tersebut berjalan sesuai rencana," tegasnya.

Dengan Pilkada 2024 yang semakin dekat, Dudi berharap evaluasi obyektif ini dapat menjadi dasar yang kuat bagi pemilih dalam menentukan pilihan mereka. "Evaluasi ini harus menjadi acuan bagi para calon kepala daerah untuk menyusun program kerja yang realistis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Garut membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memiliki visi yang jelas, tetapi juga mampu mengimplementasikan program-program yang berdampak positif dan berkelanjutan," pungkas Dudi.

Dudi Supriadi mengingatkan bahwa siapapun yang terpilih nanti, harus menjadikan evaluasi ini sebagai bahan refleksi dan perbaikan. Pembangunan Garut harus terus berlanjut dengan langkah-langkah yang lebih terencana dan terukur, demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

 

Images Lainnya

Terpopuler

Kabar Daerah